Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Saturday, April 18, 2020

AT THE MOUNTAINS OF MADNESS AND OTHER STORIES


“Aku bergidik saat labirin dinding tinggi, menara, dan tiang megah samar bermunculan dari balik uap es. Di hadapanku kemudian terbentang pemandangan sebuah kota dengan arsitektur yang tak pernah ada, bahkan dalam imajinasi sekalipun.”
Membaca karya-karya H.P. Lovecraft bisa memunculkan kengerian yang khas dan menumbuhkan imajinasi terliar. Sejak kecil, penulis horor paling berpengaruh pada abad ke-20 ini lebih suka mengurung diri dalam rumah sambil membaca berbagai buku. Bacaan favoritnya adalah buku sains dan kisah misteri, terutama karya-karya Edgar Allan Poe yang kelak menjadi inspirasinya dalam berkarya.
Sama seperti Poe, Lovecraft disebut-sebut telah memberi warna baru dalam genre horor. Karya-karyanya selalu beberapa langkah lebih maju dibanding tren yang ada pada era itu. Misalnya dalam At the Mountains of Madness, pembaca diajak menempuh perjalanan mendebarkan, melampaui batas nalar. Ilmu pengetahuan diadu dengan mitos. Kengerian menjelma menjadi nayta. Sementara dalam Seruan Cthulhu, pembaca dibuat bertanya-tanya akan eksistensi makhluk-makhluk absurd di antara manusia biasa dan cara mengidentifikasinya.

No comments:

Post a Comment

KKN Desa Penari

Saat motor melaju kencang menembus hutan, Widya mendengar tabuhan gamelan. Suaranya mendayu-dayu dan terasa semakin dekat. Tiba-ti...

Post Top Ad

Your Ad Spot

Menu