“Aku merindukan Klub Membaca-ku. Aku rindu membaca buku dan mendiskusikannya. Buku-buku itu adalah kunci kelompok kami, kunci keberhasilan diskusi-diskusi kami. Buku-buku itu menyediakan forum yang sama agar kami bisa bertukar gagasan dalam pertemuan-pertemuan kami, dilanjutkan dengan berbagai masalah kami. Dilanjutkan lagi dengan berbagai rahasia kami. Yang paling penting, aku merindukan sahabat-sahabatku. Merekalah keajaiban klub membaca yang sesungguhnya. Kulihat hidupku sebagai sebuah kisah yang kubagi dengan Klub Membaca-ku. Dan meski kisahku dihiasi beberapa kejutan, masih belum ada penyelesaian. Aku sama seperti kalian. Kisahku bisa menjadi kisah kalian.” (hlm. 3)
Klub Membaca ini terdiri dari lima orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda dan memiliki permasalahan hidup yang berbeda.
EVE PORTER kehilangan suami tercinta yang merupakan seorang dokter. Selama ini hidupnya berjalan mulus, full menjadi ibu rumah tangga bagi dua anaknya. Tiba-tiba harus menghadapi kenyataan ini. Dia harus bangkit, harus bekerja, harus menata ulang hidupnya demi anak-anaknya.
ANNIE BLAKE, seorang pengacara yang tampilannya nyaris sempurna. Di usianya yang tak lagi muda, dia menginginkan seorang anak, yang dulunya tak pernah terpikirkan meski suaminya sudah menginginkannya sejak dulu. Semenjak Tom, suami Eve meninggal, Annie merasakan bahwa memiliki anak adalah harta yang paling berharga saat menua nanti.
GABRIELLA RIVERA, disayang semua orang yang mengenalnya, bukan hanya karena senyum lebarnya yang memesona , tapi juga karena kebaikan hati yang terpancar dari sikap murah hati dan kepeduliannya. Hidupnya nyaris tanpa cacat, anak-anak yang penurut dan suami yang setia. Hingga tibalah saat suaminya di PHK, yang artinya dia harus bekerja lebih giat dua kali lipat untuk menghidupi keluarganya.
MIDGE KIRSCH, secara fisik dia memang bukan wanita cantik, tapi dari kejauhan pun orang bisa melihat kekuatan pada bahunya yang ramping, kemantapan tatapan matanya yang berwarna gelap dan kesan dramatis dari rok panjang hitam melambai dan syal biru bergaya militer yang dikenakannya. Bertahun-tahun memilih hidup sendiri dan mengasingkan diri dari keriuhan dunia. Kebalikannya, ibunya, Edith justru tampil lebih muda dan pecicilan dibandingkan dirinya.
terakhir, ada DORIS BRIDGE. Sebenarnya dibandingkan dengan yang lain, dia tidak memiliki permasalahan yang rumit dibandingkan teman-temannya. Permasalahan justru muncul karena kelakuannya sendiri. Iri dengan kehidupan Annie dan suaminya dan membandingkan kehidupan mereka. Dan yang paling krusial adalah dia tidak bisa menerima kenyataan jika semakin bertambahnya usia berarti semakin jauh pesonanya dibandingkan saat masih muda dulu. Tapi dia masih sering memaksakan diri seperti perempuan usia dua puluhan. Dan kesalnya, dia tidak bisa menjaga pola makannya yang terkesan rakus dan berakibat pada bentuk tubuhnya yang dipenuhi lemak menggelambir di mana-mana. Jadi jangan salahkan suami jika melirik yang lain. Seringkali kita menemukan perempuan seperti Doris ini. Dipenuhi hawa iri dengki terhadap orang lain. Sering memarahi suami. Sementara diri sendiri tidak terurus.
Porsi hidup Eve lebih banyak diceritakan dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Meski buku ini berjudul Klub Membaca, sesungguhnya isi cerita lebih fokus ke kehidupan para tokohnya.
Download the book club.Pdf

No comments:
Post a Comment