Buku Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan lahir dari pengamatan dan penelusuran Dewi Anggraeni atas kerusuhan Mei 1998 yang merenggut ribuan korban jiwa di berbagai daerah, terutama korban perempuan dan etnis Tionghoa. Menurut Dewi, buku ini lahir bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mencari keadilan.
Setelah sempat terdiam sejenak dan dengan suara bergetar, perempuan yang pada Mei 1998 menjadi wartawan The Jakarta Post itu menceritakan pengalamannya mendengar berbagai kekerasan yang terjadi pada Peristiwa Mei 1998, juga mengenai kekerasan seksual terhadap para perempuan terutama yang beretnis Tionghoa.
“Awalnya, saya tidak percaya. Terlalu kejam! Tidak mungkin orang Indonesia melakukan perbuatan seperti itu,” kata Dewi.
Berdasarkan penelusurannya, Dewi sangat yakin bahwa Peristiwa Mei 1998 adalah peristiwa yang disengaja dan telah direncanakan sejak jauh hari.
Komnas Perempuan mencatat telah terjadi 52 pemerkosaan, 14 pemerkosaan dengan penganiayaan, 10 penyerangan seksual, dan 9 pelecehan seksual.
Selain itu, Komnas Perempuan juga mencatat jumlah korban meninggal terbakar dari beberapa versi data. Tenaga Relawan Kemanusiaan (TRK) misalnya mencatat sebanyak 1.250 orang menjadi korban meninggal. Sementara itu, data Polri mencatat 463 korban dan KODAM mencatat 463 korban. Berbeda jauh dari ketiga data sebelumnya, Pemda DKI Jakarta mengatakan 288 orang meninggal terbakar dalam Peristiwa Mei 1998 tersebut.
Download tragedi mei 1998.Pdf

No comments:
Post a Comment